BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

AKBP Agung Tribawanto Perkuat Patroli Polsek Cegah Kejahatan Uang Palsu di Pasaman Barat


PASAMAN BARAT | Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah mulai meningkat. Kondisi ini menjadi perhatian serius jajaran Kepolisian Resor Pasaman Barat yang terus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi peredaran uang palsu di tengah meningkatnya transaksi jual beli.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa momentum menjelang Lebaran sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan uang palsu di tengah ramainya aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh warga, khususnya pedagang dan pelaku usaha, agar selalu teliti saat menerima uang tunai.

Menurut AKBP Agung Tribawanto, peningkatan kewaspadaan sangat penting karena transaksi di pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga lokasi penukaran uang biasanya meningkat tajam pada bulan Ramadan hingga menjelang hari raya. Situasi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mengedarkan uang palsu kepada masyarakat yang kurang teliti.

Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian sektor di wilayah hukum Polres Pasaman Barat untuk meningkatkan patroli serta pengawasan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk pasar, kawasan permukiman, serta tempat keramaian lainnya.

Ia menambahkan bahwa patroli rutin tersebut tidak hanya bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga untuk mencegah berbagai potensi tindak kriminal yang bisa muncul saat aktivitas ekonomi meningkat menjelang Idul Fitri.

Selain itu, pengawasan juga diperkuat di sejumlah wilayah perbatasan yang dinilai rawan menjadi jalur masuk peredaran uang palsu. AKBP Agung Tribawanto menyebut beberapa kecamatan seperti Ranah Batahan, Kinali, dan Talamau menjadi fokus pengawasan karena berada di jalur strategis yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara.

Menurutnya, posisi geografis Pasaman Barat yang berbatasan dengan daerah lain membuat wilayah tersebut memiliki potensi kerawanan tertentu, termasuk kemungkinan masuknya peredaran uang palsu dari luar daerah. Oleh sebab itu, patroli dan pemantauan dilakukan secara intensif oleh jajaran kepolisian.

AKBP Agung Tribawanto juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan uang yang mencurigakan atau diduga palsu. Laporan dari masyarakat sangat penting untuk membantu aparat dalam melakukan penindakan serta mencegah peredaran uang palsu meluas.

Ia menegaskan bahwa partisipasi masyarakat merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga keamanan transaksi keuangan di tengah aktivitas ekonomi yang semakin ramai selama bulan Ramadan hingga Lebaran.

Untuk membantu masyarakat mengenali uang asli, Kapolres Pasaman Barat tersebut juga mengingatkan kembali metode sederhana yang dapat digunakan saat memeriksa uang rupiah, yaitu metode 3D yang terdiri dari dilihat, diraba, dan diterawang.

Melalui metode tersebut, masyarakat dapat memperhatikan berbagai ciri keaslian uang seperti tekstur kertas, gambar tersembunyi, hingga tanda air yang biasanya terdapat pada uang asli. Dengan kebiasaan memeriksa uang secara teliti, potensi tertipu uang palsu dapat diminimalkan.

AKBP Agung Tribawanto berharap kesadaran masyarakat dalam memeriksa uang yang diterima dapat semakin meningkat, sehingga suasana menjelang Lebaran dapat berlangsung aman, nyaman, dan terbebas dari praktik kejahatan yang merugikan masyarakat.

Catatan Redaksi: Kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melakukan transaksi tunai, terutama di lokasi keramaian menjelang Idul Fitri. Jika menemukan uang yang diduga palsu, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian terdekat agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


TIM RMO

Posting Komentar

0 Komentar